Perawatan Pasca Stroke
Lifestyle

Berikut Ulasan Seputar Gaya Hidup dan Perawatan Pasca Stroke

Seseorang yang telah mengalami dan melewati pengobatan stroke perlu memasuki fase pemulihan. Tahap pemulihan cenderung membutuhkan waktu yang lama. Berdasarkan data National Stroke Association sebanyak 10% pasien telah sembuh dari stroke namun beberapa pasien lainnya masih mengalami gangguan yang tidak terlalu parah. Untuk penderita lainnya diperlukan perawatan pasca stroke yang akan membutuhkan kesembuhan total kecil karena cedera setelah stroke akan mengganggu fungsi keseharian.

Perawatan Pasca StrokeUntuk pemulihan stroke dapat dimulai dari faktor fisik dengan mengetahui bagian tubuh yang terkena dampak stroke, faktor psikologis yang penting untuk memberikan keinginan maupun motivasi untuk mempengaruhi berbagai perawatan pemulihan. Selain dari pasien sendiri perlu juga adalah motivasi dan semangat yang diperoleh dari teman dan keluarga karena biasanya pasien akan mengalami kelelahan menjalani pengobatan sehingga orang di sekitar akan membantu selama proses pemulihan. Untuk fase pemulihan tergantung pada proses pengobatan awal dan hal ini disesuaikan dengan analisis dokter yang akhirnya menjalar ke bagian-bagian vital lainnya.

Berikut adalah cara menurunkan resiko munculnya kembali stroke:

  • Memiliki pola makan yang sehat dengan mengurangi makanan dengan kandungan lemak jenuh, garam tinggi dan kadar gula yang akan berpengaruh dalam kolesterol tubuh dan tekanan darah, mampu menurunkan sistem kognitif otak maupun kemampuan berpikir pada usia tua.
  • Mengatur faktor utama yang menyebabkan stroke seperti merokok, tekanan darah tinggi dan fibrilasi atrium.
  • Mengonsumsi obat secara rutin untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi terjadinya penggumpalan darah dan mengendalikan fibrilasi atrium.

Dampak yang terjadi bila seseorang terserang stroke maka minuman dan makanan akan masuk pada saluran pernapasan. Hal ini terjadi karena rusaknya sistem pernapasan ketika stroke menyerang otak dalam mengontrol proses ketika menelan makanan. Akibatnya terjadi pneumonia aspirasi dan disebabkan juga stroke yang telah menyerang area batang otak penyebab masalah pernapasan. Sistem saraf rusak karena otak rusak maupun tidak mampu menerima pesan yang benar, akibatnya adalah mengalami kelumpuhan pada anggota gerak, resiko kejang, mulut mencong, sulit berbicara, perubahan perilaku dan pola pikir, sulit fokus dan gangguan penglihatan. Stroke yang menyerang salah satu maupun kedua sisi otak akan menyebabkan melemahnya otot apabila pesan yang tidak berjalan baik dari otak menuju otot tubuh sehingga otot tubuh tidak mampu menopang dan memberikan masalah pada keseimbangan dan gerakan. Stroke juga menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan saluran kencing karena adanya inkontinensia sehingga urine maupun feses dapat keluar secara mendadak.

Berikut adalah buah yang cocok untuk penderita stroke diantaranya:

  • Jenis berry yang memiliki kandungan fitokimia dan antioksidan sehingga akan membantu menghalangi radikal bebas dan melindungi pembuluh darah.
  • Buah sitrus yang menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah serta mampu menghasilkan kolesterol baik.
  • Apel dengan kandungan serat akan membantu kolesterol tetap normal dan memiliki flavonoid yang akan menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah.
  • Pisang yang memiliki kandungan mineral dan menurunkan resiko penyakit jantung dan tekanan darah, didukung dengan magnesium, kateik dan dopamin.

Perawatan pasca stroke untuk otak adalah melatih mindfullness. Mindfullnes merupakan proses dalam memusatkan perhatian pada satu objek dengan menghayati dan menyadari emosi untuk membuat pikiran lebih tenang dan stabil. Setelah stroke sebaiknya lebih aktif bergerak dengan berjalan kaki selama 30 hingga 45 menit per hari akan memudahkan pengedaran darah ke seluruh bagian otak dan otak akan memperoleh oksigen.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.