Pelat Kendaraan Bermotor Baru
Otomotif

Polisi : Pergantian Warna Pelat Bertahap Mulai Juni 2022

Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Pol. Yusri Yunus meyebutkan jika penerapan pergantian warna dasar tanda nomor kendaraan bermotor atau TNKB atau yang mudah dipahami adalah pelat motor yang asalnya berwarna hitam menjadi putih akan dilakukan mulai Juni 2022.

Pelat Kendaraan Bermotor BaruDitambahkan olehnya juga bahwa pergantian warna pelat kendaraan ini sendiri tidak dilakukan secara serentak, namun akan dilakukan secara bertahap.

“Di mulai pertengahan tahun ini,” ujar Yusri Yunus dalam keterangan resmi situs NTMC Polri, dikutip dari JPNN.com, Selasa (24/5/2022).

Disebutkan juga bahwa pelat baru ini akan mulai dari semua kendaraan yang baru dibeli dan juga kendaraan yang habis masa berlaku pajak 5 tahunannya.

Yusrio Yunus mengingatkan agar masyarakat tidak perlu merasa khawatir apabila nantinya pelat yang digunakan oleh kendaraannya belum berwarna putih.

“Enggak apa-apa (kalau masih pakai pelat hitam),” jelasnya.

Disampaikan juga bahwa perubahan warna pelat dari hitam ke putih ini adalah untuk mendukung proses pelaksanaan efektivitas tilang elektronik yang akan berbasis kamera ETLE.

Karena pelat warna hitam sendiri berpotensi akan salah identifikasi atau sulit untuk dibaca oleh kamera ETLE yang akan menjadi pengawas di jalan raya.

Kebijakan pergantian warna pelat kendaraan bermotor ini juga telah dituangkan dalam Peraturan Kepolisian Republik Indonesia (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021 tengah Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor yang dibuat menggantikan Perpol Nomor 5 tahun 2021 tentang Registrasi Kendaran dan Identifikasi Kendaraan bermotor.

Kemudian di pasal 45 ayat 1 huruf a dijelaskan juga mengenai TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) nantnya akan diubah dari warna dasar hitam menjadi putih untuk kendaraan yang sifatnya perseorangan, badan hukum, perwakilan negara asing dan juga badan internasional.

Yusri juga menyebut jika warna pelat nomor kendaraan bermotor tersebut tak akan membebankan biaya kepada masyarakat dan hanya perlu membayar pajak 5 tahunan seperti biasa saja.

“Enggak ada (biaya) sama saja, kalau pas pelat hitam keluar biaya enggak. Sama aja kayak pelat hitam,” paparnya.

Dijelaskan oleh Yusri bahwa pihaknya menargetkan bahwa proses pergantian pelat dari hitam ke putih ini nantinya akan selesai dalam kurun waktu hanya 5 tahun saja.

“Berubahnya nanti pada tahun 2027 sudah lengkap, semuanya sudah putih. Karena, kan, sudah lima tahun,” tandas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.